Szukaj:



Ostatnio oglądane:
  • Bahasa Sansekerta [id]
  • Integral [id]
  • Bahasa Belanda [id]
  • Globalisasi [id]
  • Indonesia [id]
  • Berkas:Triple expansion engine animation
  • Konstruksi [id]
  • Ilmu Pengetahuan Alam [id]
  • International Phonetic Alphabet [id]
  • Berkas:Nuvola apps bookcase.png [id]
  • / [eo]
  • Bahasa Rusia [id]
  • Bahasa [id]
  • Alat [id]
  • Berkas:TheScapegoat-WilliamHolmanHunt.jp
  • Goblin [id]
  • Jendela [id]
  • Alamat IP [id]
  • Kategori:User de [id]
  • Isi bebas [id]
  • Berkas:Jakarta slumlife17.JPG [id]
  • Berkas:Balikpapan 4.jpg [id]
  • Istimewa:Daftar pantauan [id]
  • 1879 [id]
  • Wikipedia:Ambasada Polska [pl]
  • Industri [id]
  • Bagno [pl]
  • 760 [fi]
  • Kambing [id]
  • Wybierz język: ar | id | bg | ca | ceb | cs | da | de | et | en | es | eo | fr | he | hr | it | ko | lt | hu | nl | ja | no | pl | pt | ru | ro | sk | sl | sr | fi | sv | te | tr | uk | zh
    Historia i autorzy | źródło tekstu - Wikipedia | Edycja

    Bahasa Sanskerta

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    (Dialihkan dari Bahasa Sansekerta)
    Langsung ke: navigasi, cari
    Bahasa Sanskerta
    Samskrtavāk / संस्कृतम्
    Dipertuturkan di: Asia 
    Daerah: India dan beberapa wilayah lainnya di Asia Selatan dan Tenggara
    Total penutur: 6.106 (sensus 1981). 194.433 penutur bahasa kedua (sensus 1961
    Peringkat: tidak dalam 100 besar
    Rumpun bahasa: Indo-Eropa
     Indo-Iran
      Indo-Arya
       Sanskerta 
    Status resmi
    Bahasa resmi: India
    Diatur oleh: -
    Kode bahasa
    ISO 639-1: sa
    ISO 639-2: san
    ISO 639-3: — 

    Bahasa Sanskerta adalah salah satu bahasa Indo-Eropa paling tua yang masih dikenal dan sejarahnya termasuk yang terpanjang. Bahasa yang bisa menandingi 'usia' bahasa ini dari rumpun bahasa Indo-Eropa hanya bahasa Hitit. Kata Sansekerta, dalam bahasa Sanskerta Saṃskṛtabhāsa artinya adalah bahasa yang sempurna. Maksudnya, lawan dari bahasa Prakerta, atau bahasa rakyat.

    Bahasa Sanskerta merupakan sebuah bahasa klasik India, sebuah bahasa liturgis dalam agama Hindu, Buddhisme, dan Jainisme dan salah satu dari 23 bahasa resmi India. Bahasa ini juga memiliki status yang sama di Nepal.

    Posisinya dalam kebudayaan Asia Selatan dan Asia Tenggara mirip dengan posisi bahasa Latin dan Yunani di Eropa. Bahasa Sanskerta berkembang menjadi banyak bahasa-bahasa modern di anakbenua India. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Weda. Yang terkandung dalam kitab Rgweda merupakan fase yang tertua dan paling arkhais. Teks ini ditarikhkan berasal dari kurang lebih 1700 SM dan bahasa Sanskerta Weda adalah bahasa Indo-Arya yang paling tua ditemui dan salah satu anggota rumpun bahasa Indo-Eropa yang tertua.

    Khazanah sastra Sanskerta mencakup puisi yang memiliki sebuah tradisi yang kaya, drama dan juga teks-teks ilmiah, teknis, falsafi, dan agamis. Saat ini bahasa Sansekerta masih tetap dipakai secara luas sebagai sebuah bahasa seremonial pada upacara-upacara Hindu dalam bentuk stotra dan mantra. Bahasa Sanskerta yang diucapkan masih dipakai pada beberapa lembaga tradisional di India dan bahkan ada beberapa usaha untuk menghidupkan kembali bahasa Sanskerta.

    Yang akan dibicarakan di artikel ini adalah bahasa Sanskerta Klasik seperti diulas pada tatabahasa Sansekerta karangan Panini, pada sekitar tahun 500 SM.

    Daftar isi

    [sunting] Sejarah

    Naskah Devimahatmya pada daun lontar menggunakan aksara Bhujimol awal, berasal dari Bihar atau Nepal, abad ke-11.

    Kata sifat saṃskṛta- berarti "berbudaya". Bahasa yang dirujuk sebagai saṃskṛtā vāk "bahasa yang berbudaya" secara definisi sudah selalu merupakan bahasa yang "tinggi", dipakai untuk keperluan agama dan keperluan ilmiah serta bertentangan dengan bahasa yang dipakai oleh rakyat jelata. Bahasa ini juga disebut deva-bhāā yang artinya adalah "bahasa Dewata". Tatabahasa bahasa Sanskerta tertua yang masih lestari ialah karangan Pāṇini dan berjudulkan Aṣṭādhyāyī ("Tatabahasa Delapan Bab") yang kurang lebih ditarikh berasal dari abad ke-5 SM. Tatabahasa ini terutama merupakan tatabahasa normatif atau preskriptif yang terutama mengatur cara pemakaian yang baku dan bukan deskriptif, meski tatabahasa ini juga memuat bagian-bagian deskriptif terutama mengenai bentuk-bentuk Weda yang sudah tidak dipakai lagi pada zaman Panini.

    Bahasa Sanskerta termasuk cabang Indo-Arya dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bersama dengan bahasa Iran, bahasa Sanskerta termasuk rumpun bahasa Indo-Iran dan dengan ini bagian dari kelompok Satem bahasa-bahasa Indo-Eropa, yang juga mencakup cabang Balto-Slavik.

    Ketika istilah bahasa Sanskerta muncul di India, bahasa ini tidaklah dipandang sebagai sebuah bahasa yang berbeda dari bahasa-bahasa lainnya, namun terutama sebagai bentuk halus atau berbudaya dalam berbicara. Pengetahuan akan bahasa Sanskerta merupakan sebuah penanda kelas social dan bahasa ini terutama diajarkan kepada anggota kasta-kasta tinggi, melalui analisis saksama para tatabahasawan Sanskerta seperti Pāṇini. Bahasa Sanskerta sebagai bahasa terpelajar di India berada di samping bahasa-bahasa Prakreta yang merupakan bahasa rakyat dan akhirnya berkembang menjadi bahasa-bahasa Indo-Arya modern (bahasa Hindi, bahasa Assam, bahasa Urdu, Bengali dan seterusnya). Kebanyakan bahasa Dravida dari India, meski merupakan bagian rumpun bahasa yang berbeda, mereka sangat dipengaruhi bahasa Sanskerta, terutama dalam bentuk kata-kata pinjaman. Bahasa Kannada, Telugu dan Malayalam memiliki jumlah kata pungut yang terbesar sementara bahasa Tamil memiliki yang terendah. Pengaruh bahasa Sansekerta pada bahasa-bahasa ini dikenali dengan wacana Tat Sama ("sama") dan Tat Bhava ("berakar"). Sementara itu bahasa Sansekerta sendiri juga mendapatkan pengaruh substratum bahasa Dravida sejak masa sangat awal.

    [sunting] Bahasa Weda

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: bahasa Weda

    Bahasa Sanskerta Weda atau disingkat sebagai bahasa Weda adalah bahasa yang dipergunakan di dalam kitab suci Weda, teks-teks suci awal dari India. Teks Weda yang paling awal yaitu Ṛgweda, diperkirakan ditulis pada milennium ke-2 SM, dan penggunaan bahasa Weda dilaksanakan sampai kurang lebih tahun 500 SM, ketika bahasa Sanskerta Klasik yang dikodifikasikan Panini mulai muncul.

    Bentuk Weda dari bahasa Sanskerta adalah sebuah turunan dekat bahasa Proto-Indo-Iran, dan masih lumayan mirip (dengan selisih kurang lebih 1.500 tahun) dari bahasa Proto-Indo-Europa, bentuk bahasa yang direkonstruksi dari semua bahasa Indo-Eropa. Bahasa Weda adalah bahasa tertua yang masih diketemukan dari cabang bahasa Indo-Iran dari rumpun bahasa Indo-Eropa. Bahasa ini masih sangat dekat dengan bahasa Avesta, bahasa suci agama Zoroastrianisme. Kekerabatan antara bahasa Sanskerta dengan bahasa-bahasa yang lebih mutakhir dari Eropa seperti bahasa Yunani, bahasa Latin dan bahasa Inggris bisa dilihat dalam kata-kata berikut: Ing. mother /Skt. मतृ matṛ atau Ing. father /Skt. पितृ pitṛ.

    [sunting] Penelitian oleh bangsa Eropa

    Penelitian bahasa Sanskerta oleh bangsa Eropa dimulai oleh Heinrich Roth (1620–1668) dan Johann Ernst Hanxleden (1681–1731), dan dilanjutkan dengan proposal rumpun bahasa Indo-Eropa oleh Sir William Jones. Hal ini memainkan peranan penting pada perkembangan ilmu perbandingan bahasa di Dunia Barat.

    Sir William Jones, pada kesempatan berceramah kepada Asiatick Society of Bengal di Calcutta, 2 Februari 1786, berkata:

    "The Sanskrit language whatever be its antiquity, is of a wonderful structure; more perfect than the Greek, more copious than the Latin, and more exquisitely refined than either, yet bearing to both of them a stronger affinity, both in the roots of verbs and in the forms of grammar, than could possibly have been produced by accident; so strong, indeed, that no philologer could examine them all three, without believing them to have sprung from some common source, which, perhaps, no longer exists."
    "Bahasa Sanskerta, bagaimanapun kekunaannya, memiliki struktur yang menakjubkan; lebih sempurna daripada bahasa Yunani, lebih luas daripada bahasa Latin dan lebih halus dan berbudaya daripada keduanya, namun memiliki keterkaitan yang lebih erat pada keduanya, baik dalam bentuk akar kata-kata kerja maupun bentuk tatabahasa, yang tak mungkin terjadi hanya secara kebetulan; sangat eratlah keterkaitan ini, sehingga tak ada seorang ahli bahasa yang bisa meneliti ketiganya, tanpa percaya bahwa mereka muncul dari sumber yang sama, yang kemungkinan sudah tidak ada.”

    Memang ilmu linguistik (bersama dengan fonologi, dsb.) pertama kali muncul di antara para tatabahasawan India kuna yang berusaha menetapkan hukum-hukum bahasa Sanskerta. Ilmu linguistik modern banyak berhutang kepada mereka dan saat ini banyak istilah-istilah kunci seperti bahuvrihi dan suarabakti diambil dari bahasa Sansekerta.

    [sunting] Beberapa ciri-ciri

    [sunting] Kasus

    Salah satu ciri-ciri utama bahasa Sanskerta ialah adanya kasus dalam bahasa ini, yang berjumlah 8. Dalam bahasa Latin yang masih serumpun hanya ada 5 kasus. Selain itu ada tiga jenis kelamin dalam bahasa Sanskerta, maskulin, feminin dan netral dan tiga modus jumlah, singular, dualis dan jamak:

    1. kasus nominatif
    2. kasus vokatif
    3. kasus akusatif
    4. kasus instrumentalis
    5. kasus datif
    6. kasus ablatif
    7. kasus genetif
    8. kasus lokatif
    Contoh tulisan Sansekerta.

    Di bawah ini disajikan sebuah contoh semua kasus sebuah kata maskulin singular deva (Dewa, Tuhan atau Raja).

    Singular:

    1. nom. devas arti: "Dewa"
    2. vok. (he) deva arti: "Wahai Dewa"
    3. ak. devam arti: "ke Dewa" dsb.
    4. inst. devena arti: "dengan Dewa" dsb.
    5. dat. devāya arti: "kepada Dewa"
    6. ab. devāt arti: "dari Dewa"
    7. gen. devasya arti: "milik Dewa"
    8. lok. deve arti: "di Dewa"

    Dualis:

    1. nva devau
    2. ida devābhyām
    3. gl devayos

    Jamak:

    1. nv devās
    2. a devān
    3. i devais
    4. da devebhyas
    5. g devānām
    6. l deveṣu


    Lalu di bawah ini disajikan dalam bentuk tabel.

    [sunting] Skema dasar tasrifan (deklensi) sufiks untuk kata-kata benda dan sifat

    Skema dasar tasrifan bahasa Sanskerta untuk kata-kata benda dan sifat disajikan di bawah ini. Skema ini berlaku untuk sebagian besar kata-kata.

    Tunggal Dualis Jamak
    Nominatif -s
    (-m)
    -au
    (-ī)
    -as
    (-i)
    Akusatif -am
    (-m)
    -au
    (-ī)
    -as
    (-i)
    Instrumentalis -bhyām -bhis
    Datif -e -bhyām -bhyas
    Ablatif -as -bhyām -bhyas
    Genitif -as -os -ām
    Lokatif -i -os -su
    Vokatif -s
    (-)
    -au
    ( -ī)
    -as
    (-i)

    [sunting] Pokok-a

    Pokok-a (/ə/ or /ɑː/) mencakup kelas akhiran kata benda yang terbesar. Biasanya kata-kata yang berakhir dengan -a pendek berkelamin maskulin atau netral. Kata-kata benda yang berakhirkan -a panjang (/ɑː/) hampir selalu feminin. Kelas ini sangatlah besar karena juga mencakup akhiran -o dari bahasa proto-Indo-Eropa.

    Maskulin (kā́ma- 'cinta') Netral (āsya- 'mulut') Feminin (kānta- 'tersayang')
    Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak
    Nominatif kā́mas kā́māu kā́mās āsyàm āsyè āsyā̀ni kāntā kānte kāntās
    Akusatif kā́mam kā́māu kā́mān āsyàm āsyè āsyā̀ni kāntām kānte kāntās
    Instrumentalis kā́mena kā́mābhyām kā́māis āsyèna āsyā̀bhyām āsyāìs kāntayā kāntābhyām kāntābhis
    Datif kā́māya kā́mābhyām kā́mebhyas āsyā̀ya āsyā̀bhyām āsyèbhyas kāntāyai kāntābhyām kāntābhyās
    Ablatif kā́māt kā́mābhyām kā́mebhyas āsyā̀t āsyā̀bhyām āsyèbhyas kāntāyās kāntābhyām kāntābhyās
    Genitif kā́masya kā́mayos kā́mānām āsyàsya āsyàyos āsyā̀nām kāntāyās kāntayos kāntānām
    Lokatif kā́me kā́mayos kā́meu āsyè āsyàyos āsyèu kāntāyām kāntayos kāntāsu
    Vokatif kā́ma kā́mau kā́mās ā́sya āsyè āsyā̀ni kānte kānte kāntās

    [sunting] Pokok -i dan -u

    pokok-i
    Mas. dan Fem. (gáti- 'kepergian') Netral (vā́ri- 'air')
    Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak
    Nominatif gátis gátī gátayas vā́ri vā́riī vā́rīi
    Akusatif gátim gátī gátīs vā́ri vā́riī vā́rīi
    Instrumentalis gátyā gátibhyām gátibhis vā́riā vā́ribhyām vā́ribhis
    Datif gátaye, gátyāi gátibhyām gátibhyas vā́rie vā́ribhyām vā́ribhyas
    Ablatif gátes, gátyās gátibhyām gátibhyas vā́rias vā́ribhyām vā́ribhyas
    Genitif gátes, gátyās gátyos gátīnām vā́rias vā́rios vā́riām
    Lokatif gátāu, gátyām gátyos gátiu vā́rii vā́rios vā́riu
    Vokatif gáte gátī gátayas vā́ri, vā́re vā́riī vā́rīi
    pokok-u
    Mas. dan Fem. (śátru- 'seteru, musuh') Netral (mádhu- 'madu')
    Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak
    Nominatif śátrus śátrū śátravas mádhu mádhunī mádhūni
    Akusatif śátrum śátrū śátrūn mádhu mádhunī mádhūni
    Instrumentalis śátruā śátrubhyām śátrubhis mádhunā mádhubhyām mádhubhis
    Datif śátrave śátrubhyām śátrubhyas mádhune mádhubhyām mádhubhyas
    Ablatif śátros śátrubhyām śátrubhyas mádhunas mádhubhyām mádhubhyas
    Genitif śátros śátrvos śátrūām mádhunas mádhunos mádhūnām
    Lokatif śátrāu śátrvos śátruu mádhuni mádhunos mádhuṣu
    Vokatif śátro śátrū śátravas mádhu mádhunī mádhūni

    [sunting] Pokok vokal panjang

    Pokok ā (jā- 'kepandaian') Pokok ī (dhī- 'pikiran') Pokok ū (bhū- 'bumi')
    Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak Tunggal Dualis Jamak
    Nominatif jā́s jāú jā́s dhī́s dhíyāu dhíyas bhū́s bhúvāu bhúvas
    Akusatif jā́m jāú jā́s, jás dhíyam dhíyāu dhíyas bhúvam bhúvāu bhúvas
    Instrumentalis jā́ jā́bhyām jā́bhis dhiyā́ dhībhyā́m dhībhís bhuvā́ bhūbhyā́m bhūbhís
    Datif jā́bhyām jā́bhyas dhiyé, dhiyāí dhībhyā́m dhībhyás bhuvé, bhuvāí bhūbhyā́m bhūbhyás
    Ablatif jás jā́bhyām jā́bhyas dhiyás, dhiyā́s dhībhyā́m dhībhyás bhuvás, bhuvā́s bhūbhyā́m bhūbhyás
    Genitif jás jós jā́nām, jā́m dhiyás, dhiyā́s dhiyós dhiyā́m, dhīnā́m bhuvás, bhuvā́s bhuvós bhuvā́m, bhūnā́m
    Lokatif jós jā́su dhiyí, dhiyā́m dhiyós dhīṣú bhuví, bhuvā́m bhuvós bhūṣú
    Vokatif jā́s jāú jā́s dhī́s dhiyāu dhíyas bhū́s bhuvāu bhúvas

    [sunting] Hukum sandhi

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Hukum sandhi bahasa Sanskerta

    Selain itu dalam bahasa Sanskerta didapatkan apa yang disebut hukum sandhi, sebuah fenomena fonetik di mana dua bunyi berbeda yang berdekatan bisa berasimilasi.

    [sunting] Pembentukan kata majemuk

    !Artikel utama untuk bagian ini adalah: Kata majemuk dalam bahasa Sanskerta

    Kata-kata majemuk dalam bahasa Sanskerta sangat banyak digunakan, terutama menyangkut kata-kata benda. Kata-kata ini bisa menjadi sangat panjang (lebih dari 10 kata). Nominal majemuk terjadi dengan beberapa bentuk, namun secara morfologis mereka sejatinya sama. Setiap kata benda (atau kata sifat) terdapat dalam bentuk akarnya (bentuk lemah), dengan unsur terakhir saja yang ditasrifkan sesuai kasusnya. Beberapa contoh kata benda atau nominal majemuk termasuk kategori-kategori yang diperikan di bawah ini.

    1. Avyayibhāva
    2. Tatpuruṣa
    3. Karmadhāraya
    4. Dvigu
    5. Dvandva
    6. Bahuvrīhi

    [sunting] Bahasa Sanskerta dalam beberapa aksara

    Kalimat "Semoga Batara Siwa meraksa para penggemar bahasa Dewata. (Kalidasa)" dalam bahasa Sanskerta menggunakan beberapa aksara.

    [sunting] Bacaan lebih lanjut

    [sunting] Lihat pula


    Change language: All | العربية | Bahasa Indonesia | Български | Català | Cebuano | Česky | Dansk | Deutsch | Eesti | English | Español | Esperanto | Français | עברית | Hrvatski | Italiano | 한국어 | Lietuvių | Magyar | Nederlands | 日本語 | Norsk (bokmål) | Polski | Português | Русский | Română | Slovenčina | Slovenščina | Српски / Srpski | Suomi | Svenska | తెలుగు | Türkçe | Українська | 中文

    Autorem skryptu AdWiki v0.9uni (2007) jest husky83 (licencja dla bestpartner )
    Wikipedia jest zarejestrowanym znakiem towarowym Wikimedia Foundation
    Wszystkie materiały pochodzą z Wikipedii, obięte są licencją GNU Free Documentation License
    no host brak hosta 906 sprawdz strone wymiana linkow | system wymiany linków wymiana linkami wymiana linkami SEO Tools . - . - . - . - . - . - . - . - . -